Repong Indonesia
Edukasi dan Penyadartahuan

Repong Indonesia Sosialisasikan Konservasi Harimau Sumatera kepada Kelompok Perempuan di Sedampah Indah

Perkumpulan Repong Indonesia melalui program Integrated Tiger Habitat Conservation Programme (ITHCP) mengajak kelompok pengajian ibu-ibu di Dusun Talang Sebaris, Pekon Sedampah Indah, untuk mengenal konservasi harimau Sumatera dan pentingnya menjaga ekosistem Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Melalui diskusi santai bersama 26 peserta pada Juni 2026, kegiatan ini menjadi langkah awal membangun komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan pemahaman mengenai konservasi hutan dan mitigasi konflik manusia–satwa liar.

Yoshua Gdemakarti P
19 Oktober 2026
9 views
Repong Indonesia Sosialisasikan Konservasi Harimau Sumatera kepada Kelompok Perempuan di Sedampah Indah

Mengajak Ibu-Ibu Pengajian Mengenal Konservasi Harimau Sumatera di Sedampah Indah

Upaya konservasi harimau Sumatera tidak hanya dilakukan melalui perlindungan kawasan hutan, tetapi juga melalui peningkatan pemahaman masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Salah satu pendekatan yang dilakukan Perkumpulan Repong Indonesia melalui program Integrated Tiger Habitat Conservation Programme (ITHCP) adalah memanfaatkan ruang-ruang pertemuan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai konservasi dan mitigasi konflik manusia–satwa liar.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi bersama kelompok pengajian ibu-ibu di Dusun Talang Sebaris, Pekon Sedampah Indah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juni 2026 dengan melibatkan 26 peserta. Pertemuan diawali dengan pengenalan Perkumpulan Repong Indonesia dan sosialisasi program ITHCP yang dilaksanakan di sekitar Lanskap Bukit Barisan Selatan. Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak mengenal pentingnya keberadaan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) serta peran satwa liar dalam ekosistem hutan.

Kegiatan dikemas melalui diskusi santai untuk membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk membuka ruang dialog sekaligus memperkenalkan isu konservasi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Memulai Konservasi dari Lingkungan Masyarakat

Kelompok pengajian merupakan salah satu ruang pertemuan yang telah berjalan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, Repong Indonesia berupaya memanfaatkan kelompok yang sudah ada untuk menyampaikan informasi mengenai konservasi hutan dan satwa liar. Keterlibatan kelompok perempuan menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Melalui pertemuan informal, informasi mengenai keberadaan TNBBS, pentingnya menjaga kelestarian hutan, serta potensi konflik manusia–satwa liar dapat mulai diperkenalkan kepada masyarakat.

Dalam konteks masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi, pemahaman mengenai satwa liar dan cara menyikapi potensi konflik menjadi hal yang perlu terus dibangun. Penyampaian informasi melalui ruang pertemuan yang akrab dengan masyarakat diharapkan dapat mendukung komunikasi dan keterlibatan mereka dalam upaya konservasi. Kegiatan ini juga menjadi tahap awal untuk membangun hubungan antara Repong Indonesia dan masyarakat Pekon Sedampah Indah. Hubungan tersebut diperlukan agar pendampingan program dapat berjalan dengan baik dan kegiatan konservasi bisa dibahas sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

 

Membangun Pemahaman Melalui Pendekatan yang Dekat dengan Masyarakat

Pelaksanaan sosialisasi di kelompok pengajian menunjukkan bahwa penyadartahuan konservasi dapat dilakukan melalui berbagai ruang interaksi yang tersedia di desa. Tidak selalu harus melalui pertemuan formal, diskusi bersama kelompok masyarakat juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan isu konservasi dan membangun komunikasi. Ke depan, pendekatan serupa dapat menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam program ITHCP, termasuk dalam peningkatan pemahaman mengenai mitigasi konflik manusia–satwa liar dan hubungan antara kelestarian hutan dengan penghidupan masyarakat.Melalui pendampingan ini, Perkumpulan Repong Indonesia bersama Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung konservasi harimau Sumatera di Lanskap Bukit Barisan Selatan.

Bagi Repong Indonesia, membangun komunikasi dengan masyarakat merupakan bagian dari proses pendampingan. Melalui ruang-ruang pertemuan yang sudah ada, informasi konservasi dapat diperkenalkan secara bertahap dan menjadi dasar untuk membangun keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar.

Tags

#penyadartahuan

Komentar

Sampaikan pendapat atau tanggapan Anda terhadap artikel ini.

0 Komentar

Memuat komentar...